Tutorial Komputer dan Internet

Menuet OS, Sistem operasi Free di Disket


Tulisan ini menceritakan tentang Sistem operasi open source yang bukan Distro Linux atau terkait dengan Linux, tujuan dari penulisan ini agar menambah wawasan kita bahwa Sistem operasi open source itu bukan hanya Minix, Linux dan FreeBSD, tapi masih banyak yang lain. Artikel ini adalah artikel pertama dengan thema "Opensource OS Yang bukan Linux".


Tampilan dari OS apa Screenshoot diatas? Windows? salah satu distro linux? atau sistem operasi lain yang bukan windows atau linux? Tampilan screenshoot diatas adalah tampilan dari OS opensource yang bukan Linux  yang bernama MenuetOS.

MenuetOS adalah salah satu sistem operasi opensource yang sama sekali tidak berhubunga dengan linux. Sistem operasi ini dibangun 99% dengan bahasa Assembly, bahasa yang cukup susah dipelajari bahkan bagi para master pemrograman High level seperti C++ atau java. Yang mengejutkan, Walaupun dibangun dengan assembly dan cukup dijalankan lewat disket, OS ini menggunakan tampilan GUI sebagai default Tampilannya . Wow...keren!!!  Selain itu, sistem operasi ini juga mampu terkoneksi ke jaringan internet dimana kita browsing, chating dan memutar MP3 file. Bukan hanya itu, OS ini juga tersedia untuk arsitektur 64bit. Sangat mencengangkan bukan?

Jika anda tertarik, anda bisa mendownload ISO dari OS ini di http://www.menuetos.net/download.htm.  Jika PC anda tidak mempunyai floppy drive atau karena anda kesulitan dalam mencari penjual floppy, anda bisa mencoba VirtualBox, sofware virtualiasasi gratis (komputer dalam komputer) dimana kita mencoba menuetOS dalam PC kita.

Migrasi browser: Dari IE, Opera, firefox sampai Google Chrome


Browser adalah aplikasi wajib yang hampir dipastikan setiap pengguna internet memakainya. Dari berbagai macam browser, Google Chrome adalah browser yang saat ini saya andalkan dalam setiap kali membuka website atau Aplikasi berbasis web Seperti Google Doc.


Internet Explorer 

Sebelum memakai browser ini, saya pertama kali memakai browser IE 5, sekitar tahun 2002, dimana waktu itu saya akses internet di warnet kecil dengan tarif 6000 per jam :(. Waktu terus berlanjut dan tahun 2003 saya kuliah, karena IE kurang begitu menarik dan setiap kali membuka website harus membuka "Window" baru, maka saya putuskan memakai Opera. 
catatan: Saat ini, saya kadang memakai IE karena ada beberapa website yang "memaksa" usernya memakai browser ini. 

Opera 

Opera adalah browser favorit saya dari sejak kuliah di tahun 2003 sampai sekitar tahun 2006. Alasan kenapa saya bertahan lama cukup simple, Opera adalah tool All in one untuk berinternet, dari chat client, mail client, RSS reader, plus download manager serta popup blocker yang membuat aplikasi ini cukup nyaman digunakan. Selain itu, browser yang menggunakan multitab belum banyak, boleh di bilang opera adalah pelopornya. Bayangkan jika saya harus membuka IE untuk browsing, Outlook untuk email, MiRC untuk chat dan DAP untuk download managernya, tentunya akan memperlambat sistem secara keseluruhan sekaligus membuat tampilan desktop semrawut. 

Mozilla Firefox 

Tahun berganti, tahun 2006, popularitas Firefox makin menanjak, yang memaksa saya untuk mencicipi, apa sih yang membuat browser ini begitu terkenal dan begitu cepat pengguna yang beralih ke browser ini? Extensi ternyata adalah fitur Killer dari firefox. Extensi adalah komponen tambahan dimana dengan menggunakan ektensi, fungsi browser bisa diperluas, misal secara default, firefox tidak bisa mendownload video youtube, namun dengan ektensi yang bernama video DownloadHelper, Kita bisa mendownload video Youtube langsung dari firefox, dan hebatnya lagi, ekstensi ini tersedia dalam jumlah ribuan, dari sekedar menampilkan info tentang status email, mengecek cuaca sampai tool untuk membantu Pengembang web untuk mengecek error dalam website yang dibuatnya tersedia di firefox membuat para penggunanya setia menggunakan browser ini. 

Google Chrome

Tahun 2008 akhir, Google membuat gebrakan mengejutkan dengan mengeluarkan Browser baru yang bernama Google Chrome. di hari pertama rilis, saya sudah mencobanya (waktu itu masih beta), maklum saya cukup fanatik dengan produk dari Google. Kesan pertama memakai browser ini adalah simple dan cepat dalam membuka web. Berbeda dengan browser lain yang masih terdapat rentetan menu utama [file,edit,....help] plus toolbar standar, plus address bar plus bookmark bar yang memakan tempat, Google Chrome menghapus semua menu diatas dan hanya menyisakan Adress bar dan 2 tombol disebelah kanan. Sangat ringkas, tidak ada lagi [File-Open] dan sebagainya. ternyata desain yang simple ini sekarang diikuti oleh IE, opera dan safari bahkan preview dari Firefox 4 juga mengikuti desain minimalis ini. 

Sampai saat ini, google Chrome adalah browser utama saat berinternet, karena selain tampilannya simple dan cepat dalam membuka web, ada segudang fitur yang ada didalamnya diantaranya
  1. Multipalfrom (Tersedia untuk Linux, Windows dan Mac OS X)
  2. Mendukung Ekstensi (spt firefox) dimana Google chrome sudah mempunyai 5000 lebih ekstensi siap pakai dan puluhan thema. 
  3. Omnibox (adress bar multi fungsi, sebagai input alamat web, pencarian history dan pencarian google, semua jadi satu box)
  4. MultiTasking , anda bisa membuka task manager di Chrome dan mematikan tab, melihat penggunaan memori, dan yang lebih penting, jika salah satu tab crash [biasanya karena flash], Tab lain tetap berjalan dengan normal. 
  5. Translate langsung di browser memanfaatkan Google translate 
  6. Pop up Blocker 


Mendapatkan info BIOS lewat Linux


Jika anda ingin melihat informasi bios saat anda sendiri sedang browsing atau sedang melakukan aktifitas dengan Linux anda, apa yang anda lakukan? restart dan memencet [F2] atau [del] dan masuk bios?

Sebenarnya, anda tidak perlu untuk merestart komputer kalau sekedar ingin mengetahui informasi BIOS di komputer anda, cukup gunakan dmidecode. tool simple yang berjalan di konsole ini bisa dipakai untuk mendapatkan semua informasi dibios anda, berikut ini adalah cara mendapatkan informasi yang kita inginkan

Informasi penuh

$sudo dmidecode|less

# dmidecode 2.9

SMBIOS 2.3 present.

27 structures occupying 1436 bytes.

Table at 0x000FBCB0.

Handle 0x0000, DMI type 0, 24 bytes

BIOS Information

Vendor: American Megatrends Inc.

Version: 080013

Release Date: 07/26/2007

Address: 0xF0000

Runtime Size: 64 kB

ROM Size: 512 kB

Characteristics:

......

.....

Handle 0x0018, DMI type 20, 19 bytes

Memory Device Mapped Address

Starting Address: 0x00000000000

Ending Address: 0x000000003FF

Range Size: 1 kB

Physical Device Handle: 0x0017

Memory Array Mapped Address Handle: 0x0010

Partition Row Position: 1

Interleaved Data Depth: 1

Handle 0x0019, DMI type 32, 20 bytes

System Boot Information

Status: No errors detected

Handle 0x001A, DMI type 127, 4 bytes

End Of Table


perintah diatas menampilkan informasi bios secara penuh, karena informasi ini sangat banyak, kita memanfaatkan less agar informasi dibagian atas tetap terlihat dan kita bisa menavigasi hasil.
Menyimpan hasil ke file

Karena output dari perintah ini sangat panjang, kita bisa menyimpan hasilnya  ke file text dengan cara

$sudo dmidecode>/tmp/bios.txt
untuk membacanya tinggal beri perintah


less /tmp/bios.txt

Melihat informasi tertentu

kadang, kita tidak ingin melihat semua informasi bios, namun hanya informasi tertentu, misal informasi kapan bios direlease, kita bisa gunakan parameter -s

$sudo dmidecode -s bios-release-date

selain informasi tanggal release bios, informasi lain bisa dilihat di manualnya seperti bios vendor, bios manufaktur dan sebagainya, silahkan liat manualnya disini